Thursday, May 28, 2020

Hidup Yang Berkualitas

Dalam headline newsnyaRepublika hari Jum’at (3/11/11) memaparkan laporan UNDP terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesiatahun 2011 yang mengalami kemerosotan dari urutan 108 menjadi posisi ke 127 dari 187 negara.


Hidup Yang Berkualitas


Terlepas dari dampak materil dampak dari menurunnya kualitas hidup manusia di Indonesia yang menjadi angan-angan bagaimana proses tata kelola sebuah pemerintahan dari seorang pemimpin. Bagaimana sebenarnyagambaran sebuah kualitas hidup manusia dengan tutorial individu dalam pandangan islam yang menjadi agama mayoritas bangsa ini.

Islam memandang kualitas hidup manusia selain di ukur dari segi materil semata akan tetapi bagaimana kita menjalankan hidup dengan penuh makna bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bermakna buat orang lain. Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kamu adalah yang paling tidak sedikit memshare fungsi kepada orang lain. (Alhadis). Karena hidup manusia akan dipertanggungjawabkan dihadapan sang Kholiknya serta ada kehidupan yang langgeng lebih baik serta indah di alam akherat. Serta sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang kini (permulaan)( QS Ad-Dhuha:4).

Setiap kita sebagai seorang muslim hendaknya senantiasa menghasilkan sebuah amal sholeh sebagai sebuah kualitas hidup kita. Sebagaimana yang telah Allah janjikan dalam firmannya : Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kita share kepadanya kehidupan yang baik serta sesungguhnya akan Kita beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS An Nahl : 97).  Di ayat ini terlihat sebuah korelasi antara amal sholeh dengan kualitas hidup seseorang.

Ketika dalam kehidupan kita dari hari kehari serta semakin bertambahnya usia kita sepantasnyalah seiring sejalan dengan bertambahnya amal tindakan yang kita perbuat. Serta amal itu mendapatkan pengakuan dari Allah SWT serta semakin menambah dekat diri kita dengan sang pencipta.

Bersegeralah kita mengaktualisasikan amal shaleh kita kini karena hidup tidak mengenal siaran tunda. ” Menunda beramal shaleh guna menantikan kesempatan yang lebih luang, termasuk tanda kebodohan jiwa”demikian nasihatSyaikh Ibn ‘Atha’illah as Sakandari dalam kitabnya Al Hikam. Beramalah sesuai dengan bidang serta keahlian atau skill yang kita mampu, agar Allah SWT mengakui keberadaan hidup kita.

No comments:

Post a Comment